Hari Kesaktian Pancasila sebagai Fondasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

By Administrator // Kamis, 04 Oktober 2017 // 05:18 WIB //

Sungai Raya - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pondasi bagi kebangkitan Negara Indonesia tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Masyarakat Indonesia perlu memaknai peringatan hari Kesaktian Pancasila ke dalam diri masing-masing, sebagai fondasi berkebangsaan dan fondasi bernegara dan membangun nasionalisme.

Bupati Kubu Raya, Rusman Ali meminta seluruh masyarakat Kubu Raya turut memaknai hari Kesaktian Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena akan memperkokoh semangat nasionalisme jika bersemayam dalam diri.

“Untuk itu, kita harus memaknai kesaktian Pancasila dalam diri di seluruh masyarakat secara baik yakni bagaimana warga bisa menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai fondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menanamkam kedalam hati, jiwa serta raga dengan penuh penghayatan dan pengamalan ujarnya, Minggu (1/10).

Terlebih lagi, katanya setelah 72 tahun Indonesia merdeka, saatnya bangsa Indonesia menggali kembali makna hari Kesaktian Pancasila. Merefleksikan kembali nilai-nilai luhur pancasila dalan kehidupan berbangsa dan bernegara, yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat.

Hal ini, katanya agar bangsa Indonesia bisa belajar dari sejarah kelam dan bangkit dari krisis multidimensi. Peristiwa ini adalah puncak dari kerapuhan pemerintah Orde Lama. Makanya selain memaknai Pancasila, Pemkab Kubu Raya menerapkannya dengan membenahi pembangunan daerah baik fisik maupun non fisik seperti program-progeam revolusi mental generasi muda yang dimulai dari pendidikan di sekolah.

“Kita harus terus menumbuhkembangkan Pancasila kepada generasi muda, dengan penguatan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, menanamkan nilai-nilai luhur pancasila dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa merawat dan memelihara jiwa nasionalisme yang tinggi,” ungkapnya.

Dalam memaknai Hari Kesaktian Pancasila saat ini dengan menjadikannya sebagai ideologi bangsa, dasar hukum, dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk ditanamkan dalam diri anak-anak. Sehingga, anak didik kelak menjadi generasi bangsa yang mempunyai wawasan kebangsaan dan nasionalisme supaya tidak terjebak pada tindakan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan seperti PKI.

“Hari Kesaktian Pancasila mampu menggagalkan rencana PKI untuk menggantikannya dengan ideologi komunis. Makanya kita sebut sebagai pancasila sakti,” katanya.

Sudah sepantasnya menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bisa memaknai kembali hari Kesaktian Pancasila sebagai wahana untuk mewarnai kehidupan, dengan nilai-nilai luhur Pancasila dengan membiasakan diri melakukan kebaikan-kebaikan dan dengan hidup yang positif.

Menurutnya, bila kehidupan keseharian setiap orang direpublik ini di ilhami oleh nilai-nilai luhur Pancasila makan akan selalu hidup positif. Dengan tidak saling menghina, tidak saling menjatuhkan dan tidak pula saling menjelekan. Sebab ideologi Negara Republik Indonesia yakni Pancasila telah mengajarkan kehidupan berketuhanan hinga hidup bersama, berdemokrasi, berpendapat, bersatu dan saling menghargai dan menghormati serta bagaimana hidup berbangsa dan bernegara.

“Kita dalam berbangsa dan bernegara semestinya saling mendukung, saling menguatkan, saling mendidik, saling membina, saling mengajari bukan sebaliknya saling menghina, saling memfitnah, saling menjatuhkan, dan bukan pula saling meruntuhkan,” pintanya.

Dikatakan Rusman Ali bahwa hidup dalam ideologi Pancasila semestinya saling mengajak pada kebaikan bukan saling mengejek. Saling menyejukan bukan sebaliknya memojokan yang lain. Berfikir realisitis, bekerja nyata bukan sibuk berdebat. Mencerdaskan bukan membodohkan, menawarkan solusi serta menghargai perbedaan dan tidak memonopoli kebenaran.

“Yang harus kita lakukan saat ini adalah memperkokoh kesatuan dan persatuan. Dan jangan memaksakan kehendak sendiri serta jangan memaksa orang lain pada apa yang kita inginkan,” katanya.

Setiap orang, sambungnya memiliki hak dan kebebasan untuk menentukan pilihannya masing-masing, dan jangan melakukan intimidasi, karena Pancasila telah menjamin semuanya untuk bagaimana berkehidupan sosial, dan menghargai hak-hak setiap orang.

“Jika nilai-nilai luhur pancasila menjadi pandangan hidup kita dan mengilhami setiap perbiatan dan tindakan kita, maka kita tidak akan merasa benar sendiri, paling hebat sendiri, tidak akan menjadi provokator yang memecah belah masyarakat, serta tidak menjadi orang yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain, dan menyebarkannya tidak pula menebarkan kebencian yang merusak keharmonisan dan kebersamaan,” katanya.

Dirinya mengajak warga untuk terus menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara. Sebab orang yang suka memecah belah, menfitnah, dan mengadu domba tidak ada ubahnya dengan yang dilakukan PKI pada masa itu terhadap bangsa dan negara.

“Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan,” ajaknya.

Share Post: